Home / Advertorial
Soal Elpiji 3 Kg,
Disperindag Akan Surati Seluruh Pelaku Usaha Kuliner di Kota Pekanbaru
Penulis: cnra | Senin, 25 September 2017 | 12:25 WIB Dibaca: 574 kali

 

PEKANBARU - Selain melakukan sidak penjualan gas 3 kg di Kecamatan Rumbai dan Bukit Raya, Disperindag Kota Pekanbaru berencana untuk menyurati seluruh pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru.

 

Disampaikan oleh Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, surat tersebut berisi himbauan agar pelaku usaha kuliner tak menggunakan tabung gas 3 kg untuk berjualan.

 

"Seluruh pelaku usaha kuliner akan kita surati dan kita kunjungi untuk memastikan bahwa mereka tidak menggunakan tabung gas 3 kg," papar Irba pada Sabtu (2017).

 

Disampaikannya, tabung gas 3 Kg merupakan jenis gas bersubsidi bagi penggunaan rumah tangga. Bukan untuk mendukung usaha ataupun industri tertentu.

 

"Kan fungsinya jelas. Itu bukan untuk dipakai mendukung usaha jual beli atau industri. Tapi untuk rumah tangga, karena tabung gas tersebut bersubsidi," pungkasnya.

 

Disperindag Berencana Bangun 12 Pasar, Camat di Pekanbaru Diminta Inventarisir Lahan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan mengajukan bantuan dana kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Pusat untuk membangun 12 pasar di tingkat kecamatan di Pekanbaru.

 

Sembari menunggu usulan itu diakomodir, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman pun mengimbau masing-masing camat di Pekanbaru untuk menginventarisir lahan dan mengajukan lokasi rencana pembangunan pasar.

 

Baca Juga: Sidak Pasar, BI Provinsi Riau Yakin Kenaikan Harga Tidak akan Berlangsung Lama

"Kita akan menambah 12 pasar di kecamatan. Camatnya yang menentukan, makanya kami minta mereka menginventaris lahan mana yang bisa dipakai," kata Irba kepada GoRiau.com di pergudangan beras Jalan Jenderal Pekanbaru,  

 

 

Baca Juga: Imbas Lintas Riau-Sumbar Putus, Harga Cabai di Pekanbaru Meroket Rp36 Ribu per Kilogram

Dikatakan Irba, konsep pembangunan pasar yang akan diajukan oleh camat haruslah mengacu pada ketentuan yang ada, seperti letak strategis pasar yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan ketentuan izin pasar.

 

"Letaknya dimana, jangan sampai orang nggak mau datang ke pasar itu. Juga jangan mengganggu arus lalu lintas dan sanitasi. Begitu juga dengan jarak-jarak pasar yang tidak boleh berdekatan," urai Irba lagi. ***

 

[ Kembali ]
advertorial
Sekwan DPRD Memiliki Peran Penting dalam Keberhasilan Wakil
10 Nopember 2017 Pemerintah Kabupaten
Ayo Kunjungi Objek Wisata Pulau Jemur Kab Rokan Hilir
Disperindag Akan Surati Seluruh Pelaku Usaha Kuliner di
Kita Optimis PAD Tembus 100 Milyar Kerena Kepiawaian
Optimalkan Teknologi Wujudkan Layanan Terbaik BPKAD Menuju
laporan keuangan Pemprov Riau tahun anggaran 2016. Dewan
DPRD Riau Umumkan AKD Berikut Pergantian Pimpinan Lewat
Dua Calon Wakil Gubernur Riau Sampaikan Program Kerja
Riau raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya APE
Septina Primawati Dikenal Sebagai Sosok Santun dan
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat