Home / Advertorial
Soal Elpiji 3 Kg,
Disperindag Akan Surati Seluruh Pelaku Usaha Kuliner di Kota Pekanbaru
Penulis: cnra | Senin, 25 September 2017 | 12:25 WIB Dibaca: 699 kali

 

PEKANBARU - Selain melakukan sidak penjualan gas 3 kg di Kecamatan Rumbai dan Bukit Raya, Disperindag Kota Pekanbaru berencana untuk menyurati seluruh pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru.

 

Disampaikan oleh Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, surat tersebut berisi himbauan agar pelaku usaha kuliner tak menggunakan tabung gas 3 kg untuk berjualan.

 

"Seluruh pelaku usaha kuliner akan kita surati dan kita kunjungi untuk memastikan bahwa mereka tidak menggunakan tabung gas 3 kg," papar Irba pada Sabtu (2017).

 

Disampaikannya, tabung gas 3 Kg merupakan jenis gas bersubsidi bagi penggunaan rumah tangga. Bukan untuk mendukung usaha ataupun industri tertentu.

 

"Kan fungsinya jelas. Itu bukan untuk dipakai mendukung usaha jual beli atau industri. Tapi untuk rumah tangga, karena tabung gas tersebut bersubsidi," pungkasnya.

 

Disperindag Berencana Bangun 12 Pasar, Camat di Pekanbaru Diminta Inventarisir Lahan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan mengajukan bantuan dana kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Pusat untuk membangun 12 pasar di tingkat kecamatan di Pekanbaru.

 

Sembari menunggu usulan itu diakomodir, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman pun mengimbau masing-masing camat di Pekanbaru untuk menginventarisir lahan dan mengajukan lokasi rencana pembangunan pasar.

 

Baca Juga: Sidak Pasar, BI Provinsi Riau Yakin Kenaikan Harga Tidak akan Berlangsung Lama

"Kita akan menambah 12 pasar di kecamatan. Camatnya yang menentukan, makanya kami minta mereka menginventaris lahan mana yang bisa dipakai," kata Irba kepada GoRiau.com di pergudangan beras Jalan Jenderal Pekanbaru,  

 

 

Baca Juga: Imbas Lintas Riau-Sumbar Putus, Harga Cabai di Pekanbaru Meroket Rp36 Ribu per Kilogram

Dikatakan Irba, konsep pembangunan pasar yang akan diajukan oleh camat haruslah mengacu pada ketentuan yang ada, seperti letak strategis pasar yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan ketentuan izin pasar.

 

"Letaknya dimana, jangan sampai orang nggak mau datang ke pasar itu. Juga jangan mengganggu arus lalu lintas dan sanitasi. Begitu juga dengan jarak-jarak pasar yang tidak boleh berdekatan," urai Irba lagi. ***

 

[ Kembali ]
advertorial
GenPI Ajak Makan 3 Ton Kerang Gratis Sepuasnya di Rohil
Sekolah Adiwiyata di Rohil Terus Bertambah
Bupati Suyatno Bangga, Produksi Padi Rohil Semakin
Rohil kembangkan situs sejarah jadi objek wisata
Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Segera Dilelang
Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Kado Istimewa HUT Kota
Pekanbaru Komitmen Menjadi Kota Bebas Sampah
City Gas sebagai Terobosan Pemko Pekanbaru Menuju Smart
Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Laporan Hasil Kerja
Putera Indragiri Yang Sukses Menjadi Birokrat
Wako Firdaus Wujudkan Mimpi Warga Pekanbaru Punya RS
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat