Home / Kepri
DLH Kota Batam Diduga Tutup Mata,
Penimbunan Hutan Mangrove di Dapur 12 Hampir Rampung.
Penulis: marihot siregar | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 13:41 WIB Dibaca: 750 kali

Berita Terkait
Asuransi Nelayan Masih Terkendala
Reklamasi Pantai di Galang Baru Jembatan 6 Perijinan nya Dipertanyakan.
Satgas TNI Al SBJ ke 66, Bantu Korban Banjir Di Lhoksukon Aceh


Batam,AR.Com - Belasan Dump Truk masih  terlihat melangsir tanah galian untuk menimbun hutan mangrove di dapur 12 Kelurahan Sungai Pelunggut Kecamatan Sagulung,Kota Batam.berbatasan langsung dengan perumahan REXYN Green park di kav Melati di Dapur 12.


Dari pantauan awak media Kamis, 24/8/2017 aktivitas penimbunan hutan mangrove tersebut sudah hampir Rampung (selesai).dan selanjutnya dapat diteruskan untuk pembangunan perumahan.


Dapat diketahui bahwa aktivitas penimbunan hutan mangrove tersebut sudah berlangsung lebih kurang 1 bulan berjalan dan Diduga belum memiliki Ijin Amdal.pemilik lahan adalah PT Rabayu yang berkantor di sungai panas kota Batam.
Mengacu pada amanah Undang Undang no 32 tahun 2009.Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


Pasal 22 menyatakan bahwa,Setiap usaha dan atau kegiatan yang berdampak pada Lingkungan Hidup wajib memiliki AMDAL.
Pasal 36 ayat 1 menyatakan bahwa, Setiap Usaha dan atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UPL - UKL wajib memiliki ijin lingkungan.


Pasal 98 menyatakan bahwa,Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan di lampaui nya baku mutu udara ambien,baku mutu air laut,atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup ,dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh ) tahun dan denda paling sedikit Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) Pasal 109 menyatakan bahwa,Setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan tanpa memiliki ijin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat (1),dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp.3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) Ada yang unik untuk kita sikapi dari aktivitas penimbunan hutan mangrove di lokasi milik PT Rabayu tersebut.unik nya sampai saat ini belum ada sikap dan   tindakan yang tegas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. sampai sampai pengerjaan penimbunan mangrove nya sudah hampir rampung.


Dari informasi yang dihimpun bahwa pemilik lahan tersebut adalah salah satu Anggota DPRD provinsi kepulauan Riau yang masih aktiv pada periode 2014 - 2019 berinisial "SASI"
Atas sikap Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam yang Diduga Tutup Mata,Parlin Sihombing Ketua Harian Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS) yang ditemui amanatrakyat di sela sela kunjungan nya di gedung DPRD kota Batam Jum,at  25/8/2017.

Mengatakan akan segera menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam yang sampai saat ini terkesan Tutup Mata."Saya akan menyurati dan menyuarakan kembali pada Komisi I terhadap hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang penimbunan hutan mangrove di kecamatan Sagulung kota Batam"Tegas Parlin.



[ Kembali ]
Eksportir Kayu Arang Bakau Tidak Memerlukan ETPIK
DI KABUPATEN SIEMELUE PROVINSI NAD LAYANI 2.730
Tendangan Amid Rizal Sebagai Tanda Dibukanya
DUA HELY ONBOARD DI KRI DR.SOEHARSO-990 JADI
WAKIL BUPATI KABUPATEN SIEMEULUE APRESIASI
SATGAS SBJ KE-66 SAIL SABANG 2017 DISAMBUT HANGAT
Advertorial
Pekanbaru Komitmen Menjadi Kota Bebas Sampah
City Gas sebagai Terobosan Pemko Pekanbaru Menuju Smart
Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Laporan Hasil Kerja
Putera Indragiri Yang Sukses Menjadi Birokrat
Galeri
Zaman Now, LUKMAN EDY & HARDIANTO Next
Resmi Kukuhkan Pengurus dan 21 Tumenggung DPW RMB-LHMR
Pemkab Serahkan KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 ke DPRD Rohul
Perdana Lion Air Rute Pekanbaru Madinah Jeddah
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat