Home / Meranti
Aktivitas Bongkar Muat Terlantar,
Buruh Minta Pemda Cari Solusi
Penulis: edi | Sabtu, 09 September 2017 | 13:28 WIB Dibaca: 26 kali

Berita Terkait
Danramil 02 Tebing Tinggi Taja Nonton Bareng Film G 30S / PKI
Anggota DPR RI Kunker Meranti
Sosialisasi program pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

Selatpanjang,amanatrakyat.com Macetnya arus Import  barang di Pelabuhan I Pelindo  selat panjang  menimbulkan dampak  yang sistematik  selain membuat harga barang  pokok  melambung  juga membuat para buruh angkat yang tergabung  dalam tenaga kerja  bongkar muat (TKBM)  kehilangan pekerjaan karena  tidak ada barang yang di angkut .

Hal ini membuat resah buruh angkut  di pelabuhan I Pelindo selat panjang  dengan tak adanya pekerjaan otomatis  membuat mereka  tak punya penghasilan , menyikapi  hal tersebut  para buruh angkut  berharap di pelabuhan  mendapat solusi  dari pemerintah  Daerah  agar arus barang  di pelabuhan  berjalan dengan baik  dan jasa angkhtan dari asosiasi  buruh dapat beraktivitas  dengan normal .

Dalam rapat  koordinasi dengan melibatkan  Dinas instansi terkait  dan vertikal  begitu juga dengan  penegak hukum   yang di pimpin  oleh sekretaris daerah Meranti  yulian norwis SE,MM bertempat di ruang Melati , kantor Bupati  Rabu ,(6/9/17) sore. Turut hadir dalam acara rakor itu asisten II Sekdakab Meranti Ir. Anwar zainal  , Kadis Perindag kop , Meranti  Azza Fahroni ,  kepala Badan Penanaman modal, kepala Badan karantina,  Perwakilan Kajari ,  Bea cukai ,   kabag OPS  Polres Meranti , , dan pèwakilan Buruh pelabuhan .

Dalam rakor tersebut di dapati  berkurang nya  aktifitas di pelabuhan  pelindo I Selat panjang  berawal terjadi nya penangkapan  barang Import  yang di anggap beresiko tinggi  oleh Tim gabungan  Operasi Pangan  Nasional (OPSON) dari unsur BPOM, Polri,  dan kejaksaan  , yang akhirnya menyegel  Puluhan ton barang Ilegal  di dalam gudang milik  PT (persero)  Pelindo I cabang selat panjang  pada maret 2017 lalu .

Sejak itu Importir menghentikan  semua aktifitas Import barang  terutama makanan .berkurangnya  import di selat panjang  karena senakin ketatnya  aturan ke pabeanan  . telah di bentuk  satgas  penertiban  barang import beresiko tinggi  yang terdiri dari kementeruan keuangan RI,KPK, Kapolri, kejagung ,Menteri perdagangàn ,PPATK, kepala staf kepresidenan , dan Dirjen Bea cukai  khususnya di wilayah timur akan menidak  semua aktifitas  import yang tidak memiliki izin .

Seperti dikatakan kajari  Meranti  semua terkaot dengan izin  yang tidak bisa di tawar -tawar  kecuali ada ke bijakan , katena dampak nya pada pajak , jika  pajak tidak jalan  mala pemasukan negara nol .

Saiful perwakilan Buruh  angkut  yang tergabung  dalam  tenaga kerja Bongkar muat (TKBM) berharap Pemerimtah  dapar mencarikan solusi  ,"  harap saiful  karena dampaknya  penganguran  sistematik .

Masalah  lain penyebab aktifitas bongkar muat  pelabuhan I Pelindo selat panjang  , bukan kawasan Free trade zone seperti halnya Pelabuhàn Dumai  , salah satu dari enam  pelabuhan  Indonesia  yang di beri izin  oleh pwmerintaj Pusat  untuk perdagangan lintas batas .

Kadis Perindagkop ,Azza Fahroni  , dalam  penjelasannya , untuk mendapatkan izin Free trade zone  ( FTZ) tidak  mudah dan akan memakan waktu  yang lama mulai  dari lobi  di lehis latif , seoerti menghasilkan  Produk tertentu  untuk di kirim ke luar  seperti Dumai .

Meski begitu  seperti di katakan  Sekdakab Meranti  mengatakan  telah  mengusulkan  menjadi salah satu Free trade zone  seperti yang di berlakukan  di Dumai , melalui  komisi  6 DPRRI , , karena menurur sekda  tidak ada alasan  Meranti  tidak dapar fasilitas  Free trade zone  karena kondisi Meranti  yang merupakan daerah kepulauan  mirip dengan karimun  kepulauan Riau .

Sementara terkait pengamanan barang barang  sitaan BPOM RI beberapa waktu lalu  dari hasil koordinasi  dengan Pusat  penyidikan POM RI dengan sekretaris Daerah Meranti  mengaku sudahelakukan koordinasi  dwngan Balai POM Pekan baru , apakah barang itu di lelang atau di hibahkan .

Dalam arti kata baranh tersebut  di lelang  jika di nilai memeliki nilai ekonomi atau di musnahlan  jika di nilai membahayakan  kesehatan .(rls /edi).

  

 

[ Kembali ]
Jemputan Jema'ah Haji Dibatam
Miris Lihat Kondisi SLB Sekar Meranti, Kak Seto
Tim Supervisi Operasi Bina Karuna Siak Kunjungi
BPBD Meranti Kucurkan Bantuan Korban Kebakaran
7 Hektar Lahan Belukar Desa Tanjung Medang Ludes
26 Guru Garis Depan Terima SK Calon Pegawai
Advertorial
Kita Optimis PAD Tembus 100 Milyar Kerena Kepiawaian Kepala
Optimalkan Teknologi Wujudkan Layanan Terbaik BPKAD Menuju
laporan keuangan Pemprov Riau tahun anggaran 2016. Dewan
DPRD Riau Umumkan AKD Berikut Pergantian Pimpinan Lewat
Galeri
Dinilai Berjasa Bagi Daerah, 6 Warga Inhil Dianugerahi Gemilang
Letjen Satyo Buka Pencanangan TNI KB Kes Tingkat Nasional
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat