Home / Inhil
Cuma Seremonial ala Bupati Wardan,
Festival Kelapa Internasional Tak Bawa Manfaat Bagi Rakyat Inhil
Penulis: politikriau | Selasa, 12 September 2017 | 13:20 WIB Dibaca: 19 kali

foto net

Berita Terkait
Panitia Pilkades Desa Pelanduk Jadi Sorotan, Karena dinilai Tidak Netral
Kecamatan Mandah Tingkatkan Ilmu Perangkat Desanya
Gubri Tinjau Jembatan Ambruk di Kuala Enok

PEKANBARU – Festival Kelapa Internasional atau Word Coconut Day 2017 baru saja usai diselenggarakan Pemkab Indragiri Hilir di Tembilahan 9-11 September 2017. Gaung kegiatan ini dinilai berbanding terbalik akan kondisi perkebunan sebagai tulang punggung utama masyarakat setempat yang kian hancur.

 

“Kegiatan ini sama sekali tidak memberi efek positif bagi petani perkebunan kelapa di Inhil. Saya kira hanya kegiatan mubazir. Saya menganggap acara ini sekelas program kepala dinas,” kata anggota DPRD Riau Musaffak Asyikin, Senin (11/9).

 

Politisi PAN asal Indragiri Hilir ini juga mempertanyakan faedah yang didapat oleh daerah dengan diselenggarakan kegiatan tersebut. Perhatian Pemkab Inhil terhadap kondisi perkebunan kelapa jauh lebih utama daripada melaksanakan kegiatan seremoni semacam itu.

 

“Kalau mau jujur, berapa banyak perkebunan masyarakat yang hancur dan terancam rusak. Sejauh mana penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah, belum ada. Padahal ini merupakan pendapatan utama ekonomi bagi masyarakat kita,” timpalnya.

 

Dari segi harga, kelapa Indragiri Hilir dinilai belum memberikan harapan bagi tumbuhnya ekonomi daerah. Bila dibandingkan dengan beberapa daerah penghasil perkebunan tersebut, harga kelapa di Inhil terbilang yang paling rendah.

 

“Saya menyarankan, perbaiki dulu perkebunan kita, perbaiki tanggul. Hari ini situasi perkebunan kita terancam akibat intrusi air laut. Kalau hanya pamer ke masyarakat luar, sementara di dalam masyarakat terancam, apa gunanya acara besar ini,” ulangnya.

 

Musaffak mengatakan, apa tujuan yang hendak dicapai dari penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional ini? Apakah yang ingin dipamerkan dari sisi hamparan kelapa, atau kesuburan kelapa atau juga kesejahteraan petani kelapa?

 

“Saya juga kecewa dengan tagline yang dibangun Pemerintah Kabupaten, Indragiri Hilir Negeri Hamparan Kelapa. Kenapa harus dirubah nama selama ini Negeri Seribu Parit?,” tanya dia.

 

Menurut dia, Negeri Seribu Parit adalah suatu kebanggaan besar masyarakat untuk menghargai jasa dari tetua zaman dulu. Mereka telah mampu menggali ribuan parit sebagai upaya untuk membangun perkebunan yang besar.

 

“Ini kebanggaan kita, mana ada di daerah lain seperti di Inhil. Orangtua kita dulu cerdas berpikir untuk anak cucunya,” pungkas dia. (rul)

[ Kembali ]
Bupati HM. Wardan Bersama Gubri Hadiri Haul
Pemkab Inhil Tolak Pembatasan Ekspor Buah Kelapa
MTQ Tingkat Desa Batang Tumu,Dusun Satu Pertama
Bupati Inhil Tegaskan Akan Komit Tingkatkan
Bupati Inhil Tayang Perdana Paket Lelang
Kilang Sagu di Batang Tumu Kurang Perhatian
Advertorial
Kita Optimis PAD Tembus 100 Milyar Kerena Kepiawaian Kepala
Optimalkan Teknologi Wujudkan Layanan Terbaik BPKAD Menuju
laporan keuangan Pemprov Riau tahun anggaran 2016. Dewan
DPRD Riau Umumkan AKD Berikut Pergantian Pimpinan Lewat
Galeri
Dinilai Berjasa Bagi Daerah, 6 Warga Inhil Dianugerahi Gemilang
Letjen Satyo Buka Pencanangan TNI KB Kes Tingkat Nasional
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat