Home / Hukrim
Bowo Sidik Raih Belasan Ribu Suara di Pileg, KPK: Masyarakat Perlu Diedukasi
Penulis: Haris Fadhil - detikNews | Kamis, 09 Mei 2019 | 15:47 WIB Dibaca: 2 kali

Berita Terkait
Reaksi Habib Bahar soal Petisi Tolak Perpanjangan Izin FPI
KPK Datangi Rumah Kadis dan Kabid SMP Disikbud Cianjur
Kasus Ciliandra, Kemenkopolhukam Undang Pemkab Kampar

Jakarta - KPK menyoroti tersangka kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso yang masih mendapat belasan ribu suara di Pileg 2019. Menurut KPK, masyarakat Indonesia masih perlu diedukasi.

"Itu memang menurut saya masyarakat kita masih perlu diedukasi. Karena itu memang masih permisif terhadap korupsi," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Dia mengatakan mantan koruptor juga bisa menang jika maju dalam pileg atau pilkada. Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat tak melihat latar belakang seseorang, meskipun masyarakat tidak suka terhadap praktik korupsi.

"Mantan koruptor pun kalau dia ikut jadi anggota legislatif atau jadi bupati banyak yang menang. Jadi kelihatannya masyarakat itu tidak terlalu memperhatikan latar belakang seseorang, padahal menurut saya itu penting. Pada saat yang sama mereka tidak suka terhadap korupsi," jelasnya.

Sebelumnya, dari hasil rekapitulasi tingkat Provinsi, diketahui Bowo mendapatkan total 11.304 suara dengan rincian Kabupaten Kudus 2.563 suara, Kabupaten Jepara 4.118 suara dan Kabupaten Demak 4.623 suara. Dia di urutan ketiga caleg DPR RI partai Golkar dapil Jateng II setelah Nusron Wahid dan Danny Soedarsono. 

Bowo, yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat seorang bernama Indung. Asty dan Indung juga sudah menjadi tersangka.

Duit itu diduga ditujukan agar Bowo membantu PT HTK kembali mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton. 

KPK menduga Bowo sudah menerima tujuh kali suap dari Asty dengan total duit sekitar Rp 1,6 miliar. Jumlah itu terdiri atas Rp 89,4 juta yang diterima Bowo melalui Indung saat OTT dan enam penerimaan sebelumnya, yang disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130.

Tak cuma dari Asty, KPK juga menduga Bowo menerima gratifikasi dari pihak lain senilai Rp 6,5 miliar. KPK mengatakan sudah mengidentifikasi siapa pemberi gratifikasi itu. 

(haf/fdn)

 

[ Kembali ]
Diduga Kena SeranganJantung, Dokter Budi
Tim Itwasda Polda Riau adakan Sosialisasi LHKPN
Polres Maranti Ringkus Tersangka Pelaku Curat
Polsek Tapung Ciduk Seorang Pelaku Narkoba di
Polisi Buru Rampok Pengampak Kepala Mahasiswa di
Polres Meranti Peringati Hut Bhayangkara Ke 71
Advertorial
Jadi Aset Wisata Religi, Bupati Rohil Tinjau Lokasi Pembangunan
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Rohil Melalui Peningkatan
Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja
Sukses Gelar HUT Damkar ke 100 yang Dihadiri Mendagri
Galeri
DPRD Kampar Memperingati Hari Jadi Ke - 69 Tahun 2019.
kerajinan tangan
Resmi Kukuhkan Pengurus dan 21 Tumenggung DPW RMB-LHMR
Pemkab Serahkan KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 ke DPRD Rohul
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat