Home / Politik
Partai Garuda Berencana Ajukan Gugat Hasil Pileg Ke MK
Penulis: Kompas.com | Kamis, 23 Mei 2019 | 12:45 WIB Dibaca: 224 kali

Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana menunjukkan nomor urut 6 saat Pengambilan Nomor Urut Partai Politik untuk Pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (18/2/2018). Empatbelas partai politik (parpol) nasional dan empat partai politik lokal Aceh lolos verifikasi faktual untuk mengikuti Pemilu 2019.(KRISTIANTO PURNOMO)

 

Berita Terkait
Dampingi Prabowo, Sandiaga Hadiri Konferensi Gerindra di Setul
Pesan Wali Kota Solo yang Disambut Sandiaa Uno
Genjot Perekonomian, Sandiaga Berencana Kembangkan Pasar Rakyat

JAKARTA,Partai Garuda akan mengajukan gugatan sengketa hasil pemilu legislatif (pileg) ke Mahkamah Konstitusi ( MK). Rencana gugatan tersebut, menurut Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana lantaran ada dugaan suara partainya hilang. "Tapi di beberapa tingkatan tentunya kabupaten dan provinsi kami masih akan melakukan proses gugatan karena ada beberapa kami meyakini bahwa suara kami hilang," tutur Ridha ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Dari hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional Pemilu 2019 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Garuda menduduki posisi ke-15 dari 16 partai dengan perolehan sebesar 0,50 persen atau 702.536 suara. Artinya, Partai Garuda tak lolos ke DPR karena perolehan suaranya di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

 

Meski tak berhasil melenggang ke Senayan, Ridha memprediksi partainya mendapat sekitar 50 kursi untuk tingkat DPRD provisi dan kabupaten/kota. Pihaknya masih menunggu penetapan hasil di level tersebut.

Namun, ia menuturkan, ada yang meleset dari penghitungan tersebut dengan kalkulasi perolehan kursi pihaknya. Oleh karena itu, mereka akan mengajukan gugatan ke MK. "Ada beberapa yang penghitungan kita harusnya kita masuk tapi di rekapitulasi tidak masuk, ini yang kita akan ajukan gugatan," katanya. Saat ini, Partai Garuda sedang mempersiapkan tim untuk merampungkan materi gugatan yang akan diserahkan ke MK.

"Saat ini kita sudah membentuk tim di DPP untuk mempersiapkan gugatan-gugatan termasuk yang DPR RI sebetulnya," ungkap dia. Baca juga: Tak Lolos Parliamentary Threshold, Ini Kata Partai Garuda Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang ingin mengajukan gugatan memiliki waktu paling lama 3 hari setelah penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Hal itu tertuang dalam Pasal 475 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. MK pun memiliki waktu 14 hari untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Sementara itu, untuk peserta pemilihan legislatif (pileg) memiliki waktu paling lama 3x24 jam untuk mengajukan permohonan. Hal itu tertuang dalam Pasal 474 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

 

 

[ Kembali ]
GMMK Sayangkan Sikap Pongah Irwan Nasir
Partai Garuda Klaim Sistemnya Lebih Lengkap Dari
Masyarakat Antusias Hadiri Pentas Seni Kuda
Tak Dukung Satu Pun Capres, Partai Garuda,Kami
Puluhan Ribu Jamaah Majelis Zikir Al Hidayah Asia
Syamsuar - Edy Nasution Sulit Dikalahkan
Advertorial
DPRD Riau Bentuk Pansus LKPJ Gubernur 2018, dan LKPJ AMJ
Jadi Aset Wisata Religi, Bupati Rohil Tinjau Lokasi
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Rohil Melalui Peningkatan
Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja
Galeri
DPRD Kampar Memperingati Hari Jadi Ke - 69 Tahun 2019.
kerajinan tangan
Resmi Kukuhkan Pengurus dan 21 Tumenggung DPW RMB-LHMR
Pemkab Serahkan KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 ke DPRD Rohul
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat