Home / Rohul
Kepsek SMP Negeri 3 Ujungbatu Diduga Pungli Siswa Untuk Kegiatan Sekolah
Penulis: hsn | Senin, 01 Juli 2019 | 14:24 WIB Dibaca: 226 kali

Berita Terkait
Baru Diumumkan Desember 2019, Rekrut Panwascam untuk Pilkada Rohul 2020
Melalui Disnakbun, Pemda Rohul Kembali Bangun Jalan Produksi Pertanian di Empat Desa
Bupati Rohul Melantik Anggota BPD Sangkir Indah

UJUNGBATU, Amanat Rakyat-Puluhan orangtua wali murid terus mengeluhkan pungutan uang daftar ulang yang ditetapkan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ujungbatu. Sebagaimana pemberitaan sebelumnya telah terjadi pemungutan sejumlah uang kepada siswa sebesar Rp120.000 per siswa. Dugaannya adalah pungli.

 

Sesuai pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdik), Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Ulya M.Mpd, setiap Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Rokan Hulu tidak boleh memandai-mandai mengenai pungutan uang yang dibebankan kepada setiap siswa.

 

Sebab kata Ulya, pihaknya telah bekerja sama dengan tim Saber Pungli Kabupaten Rokan Hulu. Bila sewaktu-waktu terjadi pungli kepada siswa yang tidak jelas peruntukannya atau tidak adanya kesepakatan dengan komite terlebih orangtua wali murid bisa ditindak tegas melalui tim Saber Pungli.

 

"Kita sudah sampaikan, semua Kepala Sekolah jangan memandai-mandai. Jika ada Kepala Sekolah yang memungut uang atau pungli yang tidak jelas peruntukannya maka Kepala Sekolah harus siap-siap berhadapan dengan tim Saber Pungli. Sebab, ketentuannya sudah ada. Dengan demikian tidak ada lagi Kepala Sekolah yang memandai-mandai," tegas Ulya M.MPd.

 

Terkait uang daftar ulang yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp120.000 di SMP Negeri 3 Ujungbatu itu. Sesuai ketentuan yang ada, para orangtua wali murid mendesak tim Saber Pungli Kabupaten Rokan Hulu segera menangkap Kepala Sekolah Yeni Irmayati MPd.

 

"Jika benar apa yang disampaikan bapak Kepala Dinas Pendidikan itu, maka kami berharap kepada tim Saber Pungli Rohul segera menangkap Kepala Sekolah itu. Kalau sama kami, uang Rp120.000 itu buat daftar ulang anak kami. Kenapa berubah-ubah pula justru bukan untuk daftar ulang tapi untuk kegiatan sekolah, rapat komite dengan orangtua siswa juga tidak ada," kata Kemsu orangtua siswa SMP Negeri 3 Ujungbatu kepada media, Jum'at (8/6).

 

Ditambahkannya, para orangtua siswa tidak  mengetahui apa saja kegiatan sekolah yang dibebankan kepada mereka sehingga memungut uang kepada siswa. Menurutnya, jika ada pemungutan uang untuk kegiatan tertentu yang tidak bisa didanai dengan sekolah tentu harus ada kesepakatan bersama komite dan orangtua siswa.

 

"Jika demikian, Kepala Sekolah itu telah memandai-mandai seperti apa yang disampaikan pak Kadisdik Rohul itu. Itu kita minta pak Kadisdik Rohul mengambil tindakan yang tegas," Ujarnya.

 

Kepsek SMP Negeri 3 Ujungbatu Yeni Irmayati MPd, Jum'at (28/6) menghubungi awak media yang bersangkutan. Yeni mengatakan dan mengakui akan mengembalikan uang tersebut jika diperlukan. Ia meminta kepada awak media untuk disampaikan kepada Kadisdik Rohul Ulya M.MPd.

 

"Para orangtua siswa itu mungkin salah penafsiran. Memang uang itu bukan untuk 

daftar ulang siswa tapi uang Rp120.000 itu buat kegiatan sekolah. Jadi, kalau diperlukan kami siap mengembalikan uang tersebut. Tapi bukan sekarang ya, kami rapatkan dulu dengan komite dan sekolah, inikan bukan cuman sekolah kita yang membikin pungutan seperti ini. Ada SMP Negeri, 1, 2, 4, SMP Negeri 5 Ujungbatu," katanya.

 

Ada yang aneh pada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ujungbatu itu menurut para orangtua siswa, bisa pula mencatut nama sekolah lain yang bukan menjadi urusannya. Menurut mereka, tidak perlu mempersoalkan masalah sekolah lain. Kalau uang yang sudah disetor itu mau dikembalikan menurut mereka itu persoalan lain,  tapi perlakuan Kepala sekolah itu yang menentang pemerintah pada program pintar menuju 2030.

 

"Soal uang dikembalikan, menurut hemat kami itu persolan lain ya. Tapi perlakuannya yang kita pertanyakan sekarang. Sekarang inikan permerintah Jokowi sedang menggembar gemborkan soal program pintar anak indonesia menuju 2030, itu pula yang ditentangnya inikan sudah berlawanan.  Kami tidak perlu sekolah mengembalikan itu, dari awal kami juga bukan tidak mau tapi segala pungutan disekolah itu mesti jelas peruntukannya, ini pembelajaran bagi sekolah lain," tegas salah satu orangtua murid bernama AD. (hsn)

 

[ Kembali ]
Hiburan Rakyat dan Wali Band, Memeriahkan Acara
Resmikan Tribun Mini Sekaligus Penutupan turnamen
PT Ekadura indonesia Melaksanakan Shalat
Lahan Gambut di Rohul 4 Hektare Terbakar
PT Sawit Asahan Indah Bagi Bagi masker
Bantuan APE di 2 Kecamatan diserahkan Oleh Bupati
Advertorial
Dukung Kelurahan Lembah Damai Lomba BBGRM Oleh PLH Sekko
Pelepasan Dua Finalis Bintang Radio 2019 ke Batu Malang
Syamsuar dan Lima Anggota DPR RI Asal Riau Bahas
Diwakili PLH Sekko, Walikota Membuka Seminar Rapimko Kadin
Galeri
DPRD Kampar Memperingati Hari Jadi Ke - 69 Tahun 2019.
kerajinan tangan
Resmi Kukuhkan Pengurus dan 21 Tumenggung DPW RMB-LHMR
Pemkab Serahkan KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 ke DPRD Rohul
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat