Home / Pelalawan
Dua Tersangka Masih Ditahan,
Berkas Perkara Perambahan Lahan Konservasi PT Musim Mas ke Tahap Satu
Penulis: trbun | Jumat, 05 Juli 2019 | 13:41 WIB Dibaca: 502 kali

Berita Terkait
Di Tengah Wabah Covid-19, Musim Mas Bagikan Bantuan untuk Anak Yatim dan Jompo di Pelalawan
PT Sari Lembah Subur Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Masyarakat
Selama PSBB Pelalawan, Rumah Makan Diizinkan Buka Tanpa Makan di Tempat

PANGKALAN KERINCI- Perkara perambahan lahan konservasi yang berada di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Musim Mas terus berproses di Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan Riau. Hampir satu bulan penyidik menangani kasus perambahan hutan lindung tersebut.

 

Kedua tersangka BU dan AM yang merupakan warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan masih mendekam dalam sel tahanan sejak 12 Juni lalu. Polisi menahan keduanya setelah tertangkap tangan menebang pohon dan mengolah kayu di dalam lahan konservasi, untuk mempermudah penyidikan dan pemberkasan perkara.

 

"Berkasnya sudah masuk ke tahap satu dilimpahkan ke kejaksaan P19. Kedua pelaku masih kita tahan," beber Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddhy Ardian SIK, kepada Tribunpelalawan.com, Jumat (5/7/2019).

 

 

Penyidik Satreskrim Polres menunggu Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan meneliti berkas perkara kasus perambahan ini. Jika kemudian ada petunjuk Jaksa peneliti untuk melngkap hal-hal yang perlu dalam berkas, pihaknya akan kembali melengkapi.

 

Pihaknya komitmen dalam penegakan hukum, termasuk dalam kasus kehutanan dan lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat maupun perusahaan. Penyidik juga menyita beberapa barang bukti yang digunakan dalam mengolah kayu ilegal oleh kedua tersangka.

 

"Dalam penanganan perkara kita profesional. Jika masyarakat salah kita proses, kalau perusahaan salah kita proses juga. Kita juga sudah menurunkan ahli ke lokasi," tambah Kasat Teddy.

 

Tersangka BU dan AM tertangkap tangan menumbang kayu alam yang tumbuh di kawasan konservasi. Bahkan kedua pria ini mengolah pohon menjadi kayu bernilai ekonomis seperti papan dan beroti. Namun aktivitas ilegal mereka diketahui sekuriti PT Musim Mas dan mengamankan keduanya berikut barang bukti yang kemudian diserahkan ke Polres Pelalawan.

 

 

Humas PT Musim Mas, Ibrahim saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya yang melaporkan dan mengamankan warga yang merambah hutan tersebut. Lantaran kawasan konservasi tersebut berada dalam HGU perusahaan perkebunan sawit itu, alhasil menjadi wewenang penuh dalam menjaganya.

 

"Kawasan konservasi itu tanggangjawab kami menjaganya dan tak boleh diolah. Jika kami membiarkan ada warga yang merambah, kami yang salah dan bisa disanksi," tutur Ibrahim.

 

Sebenarnya, kata Ibrahim, kegiatan ilegal kedua tersangka bukanlah kali pertama.

 

 

Perusahaan telah mengingatkan sebanyak dua kali selama keduanya mengolah kayu alam tersebut, hingga ketiga kali terulang barulah diamankan.

 

Apalagi kayu yang ditumbang merupakan pohon besar yang berusia belasan tahun dan bukan kayu kecil.

 

[ Kembali ]
Bupati Pelalawan Mulai Salurkan BST Kemensos
Update Data Covid-19 di Pelalawan Riau: Positif
Siap-siap, 15 Mei 2020 Pelalawan Mulai Berlakukan
Manager Humas PT Musim Mas Angkat Bicara Terkait
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Sembako untuk
Update Data Covid-19 Pelalawan 5 Mei 2020
Advertorial
Gubri Hadiri Bakti Sosial Gerakan 1000 Kantong Darah Ramadan
Dukungan DPRD Riau Terhadap Pelaksanaan PSBB Provinsi Riau
Pemkab Pelalawan Berkomitmen Perangi Covid-19
Ditengah Pendemi Corona, Pemkab Pelalawan Salurkan Bantuan
Galeri
DPRD Kabupaten Rokan Hulu Adakan Rapat Paripurna Pendapat Akhir
Wabup H. Said Hasyim Hadiri Acara Festival Sagu Nusantara
Pimpin Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke- 70
Faisal Dilantikan Jadi Ketua IKKD Kampar
Kampar - Pelalawan - Siak - Inhu - Inhil - Kuansing - Bengkalis - Rohul - Rohil - Dumai - Meranti - Insel
Indeks Berita - Indeks Terpopuler - Advertorial - Galeri - Foto - Redaksi
2015 All Rights Reserved | Amanat Rakyat